Meningkatkan Visibilitas Jurusan TGP Melalui Konten Digital

Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan di Politeknik Negeri Jakarta
 Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan di Politeknik Negeri Jakarta memasuki era baru dengan dilantiknya Dr. Zulkarnain, S.T., M.Eng sebagai Ketua Jurusan periode 7 Mei 2024 hingga 7 Mei 2028. 

    Salah satu tugas utama Ketua Jurusan adalah meningkatkan kreativitas, prestasi, serta karakter mahasiswa. Dalam wawancara pada Selasa (7/5/2024), Dr. Zulkarnain menantang mahasiswa untuk berkolaborasi dalam menciptakan konten digital demi meningkatkan eksposur jurusan ini. “Dulu mungkin ketika masih di SMA, kalian bingung apa itu TGP atau jurusan apa saja yang ada di dalamnya. Saya ingin mahasiswa duduk bersama untuk menciptakan konten yang membuat TGP lebih dikenal,” ujarnya.

    Dr. Zulk
arnain juga menyoroti kondisi website TGP yang sudah "kuno" dan sulit diakses dengan informasi yang tidak lagi akurat. Ia mengajak mahasiswa yang proaktif untuk ikut berperan dalam memperbarui website tersebut, terutama mereka yang siap berkontribusi dengan ide-ide segar tanpa paksaan. Menurutnya, di era digital saat ini, website saja tidak cukup. Mahasiswa dan calon mahasiswa cenderung lebih tertarik pada konten di platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.

    “Saya ingin mengajak mahasiswa, khususnya dari program studi penerbitan, untuk menjadi content creator. Kita bisa membuat liputan, podcast, atau konten hiburan, asalkan tidak melanggar hukum dan norma. Bersama-sama, kita akan mengembangkan website dan konten untuk meningkatkan audiens di YouTube, TikTok, maupun Instagram,” tambahnya.

    Terpilihnya Dr. Zulkarnain sebagai Ketua Jurusan baru menunjukkan fokusnya pada peningkatan visibilitas TGP, terutama melalui perbaikan website grafika.ac.id. Ia ingin merangkul mahasiswa proaktif untuk bersama-sama mengembangkan platform ini agar lebih informatif dan relevan. Upaya ini akan dibahas lebih lanjut bersama dosen dan kepala laboratorium, dengan harapan dapat memberikan hasil yang positif bagi seluruh civitas akademika.

Post a Comment

Previous Post Next Post