Kelas Kardus di Taman Literasi

Kelas Kardus di Taman Literasi Blok M 
    Blok M, salah satu pusat perkotaan di Jakarta, kini memiliki daya tarik yang tak hanya memikat para pecinta belanja dan kuliner, tetapi juga para penggemar literasi. Taman Literasi Blok M bukan hanya tempat untuk membaca, tetapi juga simbol dari komitmen untuk menciptakan masyarakat yang literat dan penuh pengetahuan di tengah-tengah perkembangan kota metropolitan.

            Seperti yang diselenggarakan di Taman Literasi Blok M pada tanggal 13/01/2024 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Nasional, Taman Literasi mengadakan Kelas Kardus untuk membuat Maskarim (maskot limbah kardus) 3D dan membuat kertas daur ulang bersama-sama di dalam perpustakaan yang terdapat di Taman Literasi Blok M.

            Acara gratis yang diselenggarakan oleh komunitas “Bumi Kardus,” ini juga bekerja sama dengan komunitas “Surat Sobek,” yaitu komunitas yang mengelola limbah kardus menjadi kertas untuk digunakan kembali. Kelas Kardus di Taman Literasi Blok M mendapatkan antusiasme tinggi dari anak-anak dan juga para remaja, Mereka tidak hanya senang membuat kreasi dengan kardus, tetapi juga belajar sambil bermain.

            Program ini di awali dengan pembagian mock up kardus Maskarim dan juga peralatan lainnya untuk membuat maskot 3D tersebut, para pengunjung bersama-sama membuat maskot tersebut sesuai arahan yang diberikan oleh Darian selaku pembicara pada hari itu. Selama proses ini, para pendamping juga memberikan bimbingan untuk memperluas pengetahuan tentang berbagai konsep limbah kertas dan kardus terhadap lingkungan.

            Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kreatif, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Dengan menggunakan kardus sebagai bahan utama, para pengunjung diajak untuk memahami nilai daur ulang dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Setelah Maskarim selesai dibuat, sisa dari kardus tersebut dihancurkan untuk dibuat kembali menjadi kertas.

            Proses ini dipandu oleh Umam selaku pendamping dari komunitas Surat Sobek, sisa kardus yang sudah dihancurkan dilarutkan di dalam air lalu di cetak kembali menggunakan paper making atau cetakan kertas kemudian dikeringkan pada media kain. Limbah kardus tersebut digunakan kembali menjadi kertas dan para pengunjung juga dipersilahkan untuk mencobanya di mesin ketik.

            Pengelola Taman Literasi Blok M berencana untuk terus mengembangkan inisiatif lingkungan seperti Bumi Kardus. Mereka berharap bahwa instalasi ini dapat menjadi inspirasi bagi taman lainnya untuk menciptakan karya seni ramah lingkungan dan menjadi wahana edukasi bagi masyarakat.

Dengan adanya Bumi Kardus, Taman Literasi Blok M tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan literasi dan budaya, tetapi juga merangkul peran aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan memberikan inspirasi positif bagi masyarakat Jakarta dalam menjaga keberlanjutan bumi kita bersama.

Post a Comment

Previous Post Next Post